Jumat, 09 Maret 2012

MENGENAL KARAKTER DAN JENIS TOKEK

Tokek mrpkn jenis cicak besar yg memiliki suara yg khas dan sebetulnya sedikit ditemui oleh masyarakat pd umumnya. Jenis tokek yg selama ini mjd perbincangan di masyarakat karena harga jualnya yg tinggi adalah tokek rumah dan tokek batu / pohon.

kenapa bisa disebut tokek rumah / tokek batu / pohon? Karena tokek tsb biasa ditemui di rumah penduduk / di batu dan / di pohon. Tokek rumah memiliki nama ilmiah Gekko gecko. Tokek pula memiliki nama / sebutan yg berbeda-beda pd tiap daerah, seperti halnya di Jawa Barat (sunda), masyarakat menyebutnya tokek. Sementara pd masyarakat Jawa, mereka menyebutnya teko / tekek. Untuk diluar pulau Jawa, masyarakat sulawesi misalnya, menyebutnya dgn sebutan tokkek, dan pula banyak lagi istilah tokek di daerah lain yg belum terungkap.

Lain di Indonesia, lain pula di luar negeri. Perbedaan istilah yg diberikan pd jenis reptile ini pastinya akan berbeda pd setiap daerah, begitu pula di luar negeri. Salah satu contoh di Inggris. Masyarakat Inggris menyebut tokek dgn sebutan gecko / tucktoo.

pd literature ilmiah, reptil jenis ini memiliki klasifikasi sendiri yg dpt dibedakan dgn jenis reptile lainnya. Untuk lebih jelasnya, berikut ini klasifikasi tokek.

Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Reptilia
Ordo : Squamata
Upaordo : Sauria
Famili : Gekkonidae
Genus : Gekko
Spesies : G. gecko

Kalau diperhatikan secara fisik, warna kulit tokek sangat beragam, dan tdk Cuma satu warna. Ada yg memiliki warna abu kebiruan smp kecoklatan, yg dihiasi totol-totol berwarna merah hingga jingga. Ada pula yg memiliki warna putih susu / kuning polos (albino), hitam polos, dan belang hitam putih.

Begitu pula dgn bentuk kulit, jika disentuh, bagian punggung tokek akan terasa kasar. Bagian punggung tsb diselimuti oleh bintik-bintik berukuran besar. Kulit sisi bagian bawah berwarna abu-abu kekuningan, sedangkan ujung ekornya berbentuk bulat.

Tokek pula memiliki bantalan penghisap / scansor di jari-jari kakinya. Scansor tsb menjadikan tokek dpt berjalan di dinding / permukaan yg licin sekalipun.
Kaki tokek sangat berlawan dgn selotip yg mjd “magnet” untuk menarik debu serta kotoran dan tdk dpt dipakai ulang. Perekat tokek (scansor) ini, dpt dibuat material pertama yg dpt menempel sekaligus membersihkan diri dari debu setiap kali kontak.
Hal ini menurut penelitian yg dilaksanakan oleh sebuah tim yg diketuai Autumn, dosen biologi di Lewis and Clark College di Portland, Oregon, yg berhasil mengungkapkan bahwa tokek menjaga kaki lengketnya tetap bersih dgn menghibaskan partikel tanah setiap kali melangkah.

1 komentar: